BAB III
PARETO CHART
3.1 Teori
Diagram Pareto merupakan salah satu alat pengontrol kualitas yang melakukan pengurutan proporsi maslah dari yang terbesar sampai yang terkecil dalam kata lain diagram pareto adalah grafil yang menunjukan suatu masalah berdaarkan urutan banyaknya kejadian, Nama Pareto berasal dari nama Vilfredo Pareto ( 1848-1923) seorang sosiolog dan ekonom Italia yang mengamati dimana 80% kepemilikan tanah berada pada 20% populasi.
Diagram Pareto menggunakan konsep 80-20 (80/20 Rule) yang mengasumsikan bahwa pada umumnya 80% permasalahan yang ada disebabkan oleh 20% penyebab.
Diagram ini membantu kita untuk memfokuskan usaha kepada 20% penyebab tersebut dari pada mengerjakan 80% penyebab lainnya yang memiliki kontribusi kecil terhaap permasalahan.
Kegunaan Diagram Pareto :
a. Mengidentifikasi secara grafis
b. Mengurutkan suatu permasalahan berdasarkan kepentingan dan frekwensinya
c. Memprioritaskan penyelesaian masalah hingga menjadi efektif dan efisien
d. dMenganalisa masalah atau penyebab masalah dari berbagai kelompok data yang berbeda
e. Menganalisa kondisi sebelum dan setelah dilakukan penanganan masalah.
Ii
2
Langkah Pembuatan Diagram Pareto
Dalam penetuan pembuatan diagram pareto kita harus perhatian hal-hal beriku ini,yang pertama adalah
a. Menentukan masalah yang kana diteliti data-data dan metode penelitianya
b. Membuat ringkasan daftra atau tabel frekuensi kejadian dari masalah yang diteliti
c. Membuat daftar masalah secara berurutan berdasrakan frekuensi daritinglat teertimggi sampai tingkat terendah
d. Menggambar dua buah garis vertikal dan garis horizontal
e. Membuat kurva komulatif di kanan atas interval untuk setiap item
f. Dan yang terakhir langkah yang harus diambil tindakan perbaikan
Gambar 3.2. Pareto Chart
3.2 Studi Kasus
Galeri Wayan adalah sebuah nama pusat pusat pembuatan berbagai seni rupa,dan seni lukis,dari managemen galeri Wayan sendiri sedang melakukan pengamatan terhadap lukisan yang cacat ,dikarenakan akhir-akhir ini banayak sekali lukisan yang dilayak untuk dipamerkan diakrenakan terdapat banyaksekalikecacatan yang ada,Setelah dilakukan pengamatan diketahui cacat pada produk(lukisan) tersebut sebanyak 3 jenis,kecacatan tersebut diantaranya yaitu,kanvas sobek.bolong,bercak noda,Berikut adalah hasil pengamatan yang dilakukan selama sebual terakhir ini.
Contoh perhitungan dibuat %keseluruhan,dan %komulatif
| CACAT | FREKUENSI | %KESELURUHAN | %KOMULATIF |
| Kanvas sobek | 80 | 38,10 | 38,10 |
| Kanfas Bolong | 72 | 34,28 | 34,28 |
| Bercak Noda | 58 | 27,62 | 27.62 |
JUMLAH 210 100%
III.5 peritungan Software

Gambar tabel 3.3

Gambar 3.5 inputan chart
3.3 Analisis
Dari data pengamatan diatas disimpulkan ,Setelah dilakukan pengamatan diketahui cacat pada produk(lukisan) tersebut sebanyak 3 jenis,kecacatan tersebut diantaranya yaitu,kanvas sobek.bolong,bercak noda, Berikut adalah hasil pengamatan yang dilakukan selama sebual terakhir ini.
dengan kombinasi devect Frekuensi sebesar 210, dengan persentasi komultiv sebesar 38.10% untuk kanvas sobek,34.28% untuk bolong dan 27,62%untuk bercak noda